(BPAD, Jakarta) BPAD DKI Jakarta melalui Bidang Penatausahaan Aset menggelar Sosialisasi dan Pilot Project Pemutakhiran Data Informasi dan Lokasi Barang Milik Daerah (BMD) bidang tanah serta jalan, irigasi, dan jaringan. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, dihadiri secara offline oleh 311 peserta dari 48 PD/UKPD dan diikuti secara online oleh 219 PD/UKPD, Senin (15/9).
Sosialisasi dan Pilot Project ini
bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan BMD yang optimal, memudahkan pengawasan,
digitalisasi penatausahaan, serta memberikan pemahaman bagaimana cara
penginputan data dan informasi serta penggambaran secara geospasial. Kegiatan
ini terselenggara melalui
kolaborasi dengan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP),
dengan memutakhirkan data aset secara terintegrasi berbasis geospasial.
Kolaborasi ini bertujuan mentransformasi data tabulasi menjadi data spasial
yang dilengkapi lokasi BMD. Pemutakhiran ini diharapkan dapat meningkatkan
pengelolaan aset yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel serta menciptakan
sistem data yang terintegrasi.
Kepala Bidang Penatausahaan Aset (PUA), Irfan
Syahkuala dalam laporannya menyampaikan berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah
Daerah (LKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2024, nilai aset DKI Jakarta
mencapai Rp729,8 triliun dengan komponen terbesar berupa aset tanah senilai
Rp557,6 triliun dan aset jalan, irigasi, dan jaringan senilai Rp67,8 triliun. “Diperlukan
transformasi data aset dari bentuk tabulasi menjadi visualisasi geospasial
untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada, seperti sengketa, penyerobotan,
fragmentasi data, dan tumpang tindih pencatatan. Tahapan pelaksanaan
pemutakhiran data, informasi, dan lokasi BMD dibagi menjadi dua fase,” Ujar Irfan
Syahkuala.