(JAMC) Dalam upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mendukung transformasi Jakarta menuju Kota Global, Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2026. Acara yang berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026 ini menjadi momentum krusial bagi optimalisasi aset daerah di awal tahun anggaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Eselon 3 dan 4 dari berbagai unit kerja di lingkungan BPAD. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BPAD, Faisal Syafruddin, yang menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan aset dari sekedar pencatatan menjadi instrumen strategis peningkatan pendapatan.
Strategi Ambisius Menuju Target Rp1 Triliun
Fokus utama dalam rakor kali ini adalah akselerasi pendapatan dari sektor pemanfaatan aset. BPAD menetapkan target yang ambisius, yakni meningkatkan realisasi pendapatan dari angka Rp805 miliar menuju Rp1 triliun pada tahun 2026.
Untuk mencapai lompatan tersebut, BPAD akan mengoptimalkan beberapa instrumen layanan utama, di antaranya:
Pemanfaatan Sewa Lahan dan Bangunan.
Sewa Titik Reklame dan Hak Penamaan
Skema Bangun Guna Serah/Bangun Serah Guna/Kerja Sama Pemanfaatan (BGS/BSG/KSP).
Layanan Rekomendasi Hak Atas Tanah.
Pembahasan Intensif Melalui Fokus Kelompok
Guna menghasilkan solusi yang teknis dan implementatif, diskusi dibagi ke dalam dua sesi dengan tiga kelompok pembahasan khusus (Breakout Sessions):
Kelompok 1 (Sekretaris BPAD): Membedah potensi baru pada Sewa Titik Reklame, hak penamaan (Naming Rights), serta optimalisasi Street Furniture. Fokus ini diarahkan pada estetika kota yang bernilai ekonomi tinggi.
Kelompok 2 (Kepala UP JAMC): Mendalami mekanisme Pemanfaatan Sewa dan kerja sama jangka panjang melalui skema BGS/BSG/KSP untuk proyek-proyek strategis.
Kelompok 3 (Kabid Penatausahaan Aset): Menitikberatkan pada akurasi dan percepatan layanan Rekomendasi Hak Atas Tanah.
Selain membahas skema konvensional, rakor ini juga menyoroti penguatan pengelolaan data digital. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset-aset "tidur" atau aset yang masa pemanfaatannya hampir habis agar dapat segera dikelola kembali secara produktif.
Inovasi dan Visi Kota Global
Kepala BPAD, Faisal Syafruddin, dalam arahannya menegaskan bahwa cara-cara lama tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan ekonomi Jakarta ke depan.
"Melalui kegiatan ini, kami mengharapkan munculnya ide-ide kreatif untuk mengoptimalkan aset dengan strategi yang inovatif dan belum pernah diterapkan sebelumnya. Kita harus keluar dari zona nyaman dan mulai menerapkan creative financing," ujar Faisal.
Langkah ini sejalan dengan visi besar Jakarta untuk tetap menjadi pusat ekonomi nasional dan global pasca perpindahan ibu kota. Pemanfaatan aset yang cerdas diharapkan tidak hanya menambah kas daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan investasi dan mempercantik wajah kota.
Hasil dari rakor ini akan segera dituangkan dalam rencana aksi yang terukur, sehingga target pendapatan Rp1 triliun dapat tercapai demi kesejahteraan warga Jakarta.