(Berita Jakarta) Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027 di Balai Agung, Balai Kota, Kamis (16/4). Dalam arahannya, Gubernur menegaskan komitmen Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan geopolitik dan perubahan iklim.
Ia
menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan tahun 2027 harus selaras dengan visi
pemerintah pusat, terutama dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional
sebesar 8 persen hingga 2029. "Pemerintah DKI Jakarta harus mempersiapkan
itu untuk bisa mencapai arahan Bapak Presiden. Walaupun dalam kondisi sekarang
ini tentunya tidak gampang, pasti akan struggling, akan berat
sekali," ujar Pramono.
Ia
juga menyoroti tekanan besar yang harus dihadapi Jakarta saat ini, yakni
konflik geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok dan harga BBM, serta
fenomena El Nino yang diprediksi melanda pada April hingga September mendatang."Artinya
bahwa dua tekanan ini cepat atau lambat pasti akan mempengaruhi Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta," kata dia.
Karena
itu, Pemprov DKI Jakarta telah menggelar rapat untuk menghadapi potensi dampak
dari dua tekanan tersebut. Hal ini mengingat posisi Jakarta yang memberikan
kontribusi bagi GDP nasional sebesar 16,61 persen.Ia berharap, melalui
Musrenbang ini, pertumbuhan ekonomi akan tetap bisa terjaga dengan baik.
Terkait perencanaan pembangunan tahun 2027, Pramono menyebut akan
berkesinambungan dengan target pembangunan pemerintah pusat.
Pramono
menyampaikan, terdapat tujuh prioritas pembangunan Jakarta, yakni SDM unggul,
penguatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan tata kelola
pemerintahan, infrastruktur Jakarta yang lebih terarah, penciptaan ekosistem
kota yang berkelanjutan, serta mobilitas dan konektivitas masyarakat berbasis
transit. "Bagaimanapun problem utama di Jakarta ini adalah
transportasi," tambahnya. Gubernur pun meminta agar masing-masing wilayah
melakukan pembangunan menggunakan pendekatan tematik, dengan menonjolkan
keunggulan daerahnya.
Lebih
lanjut, ia kemudian memaparkan sejumlah capaian indikator makro Jakarta
sepanjang 2025. Pramono mencatat, pertumbuhan ekonomi Jakarta di 2025 telah
mencapai 5,21 persen, di atas pertumbuhan nasional. Selain itu, angka inflasi
juga terjaga dengan baik. "Dua hal inilah yang kemudian dalam perencanaan
di Musrenbang ini menjadi atensi kita supaya ini kita jaga bersama-sama,
pertumbuhan ekonominya harus terjaga, inflasinya harus terjaga," tegasnya.
Tak
hanya itu, angka investasi juga tercatat cukup tinggi, yakni sekitar Rp270
triliun serta tingkat pengangguran dan kemiskinan yang menurun. Meski demikian,
Gubernur menyoroti angka gini ratio yang masih tinggi, yakni sekitar 0,41.
Untuk mengatasi masalah ketimpangan tersebut, ia menginstruksikan agar program
bantuan sosial pendidikan dan kesehatan seperti KJP, KJMU, dan pemutihan ijazah
tetap dipertahankan.
"Juga
hal berkaitan dengan insentif ataupun bansos kita di kesehatan. Saya minta yang
ini tidak diganggu, tidak dirubah. Karena untuk memotong garis
ketidakberuntungan atau kemiskinan," ujarnya. Gubernur kemudian
menyampaikan bahwa transformasi Jakarta menuju kota global mulai menunjukkan
hasil positif. Saat ini, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk
infrastruktur transportasi dan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di ASEAN
setelah Singapura.
Daya
tarik Jakarta pun bergeser dari sekadar kota bisnis menjadi kota wisata
belanja. Hal ini terbukti dari transaksi ekonomi yang melonjak mencapai Rp15,25
triliun pada momen Natal dan menembus Rp67,52 triliun pada Ramadan dan
Idulfitri kemarin. Capaian ini tak terlepas dari kepercayaan para pelaku dunia
usaha kepada Pemprov DKI dan kebijakan pemberian insentif pajak.
Karena
itu, dalam Musrenbang ini, Gubernur berpesan agar program belanja disusun lebih
efektif, efisien, dan tepat sasaran untuk keberlanjutan pembangunan dan
penuntasan program yang lebih baik. Ia juga meminta jajaran Pemprov DKI agar
memprioritaskan program yang inovatif dan menggunakan pembiayaan kreatif guna
mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Sementara
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Atikah Nur
Rahmania menyampaikan, Musrenbang tahun ini menampung total lebih dari 61.174
usulan aspirasi masyarakat yang diperoleh dari hasil Musrenbang, usulan
langsung, dan hasil reses DPRD. Atikah berharap, forum ini bisa menjadi wadah
untuk seluruh aspirasi masyarakat dalam menyiapkan perencanaan pembangunan yang
lebih baik.
"Melalui forum ini diharapkan seluruh masukan, aspirasi, dan kesepakatan yang dihasilkan dapat memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah yang dapat menjawab tantangan pembangunan ke depan secara lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan," tandasnya.