JAFEX 2026: Hadirkan 41 Aset Strategis Jakarta untuk Peluang Investasi dan Kolaborasi




(JAMC) Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Asset Management Centre (UP JAMC) menyelenggarakan kegiatan  Jakarta Asset Forum & Expo (JAFEX) 2026 pada Selasa, 11 Agustus 2026 di The St. Regis Jakarta. Mengusung tema “Unlocking the Value of Jakarta’s Assets”, JAFEX 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan potensi aset Jakarta dengan investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, mitra pembangunan, serta berbagai pemangku kepentingan.


Rangkaian JAFEX 2026 secara resmi dibuka melalui Opening Ceremony yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono; Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung; Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Bapak Uus Kuswanto; serta Kepala BPAD Provinsi DKI Jakarta, Bapak Faisal Syafruddin.


Pembukaan ditandai dengan prosesi simbolis pembukaan kunci “Unlocking Value of Jakarta’s Assets”, yang merepresentasikan semangat bersama untuk membuka potensi aset Jakarta, mendorong kolaborasi, serta mengoptimalkan pemanfaatannya agar memberikan nilai tambah bagi pembangunan kota. Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai pembenahan agar dapat bertransformasi menuju kota global. Dalam sambutan pembukaan acara, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan APBD dalam membangun kotanya, namun dapat melalui skema pembiayaan kreatif.



“Kami berharap JAFEX menghasilkan kerja sama konkret dengan prinsip profesional dan transparan. Setiap pemanfaatan aset harus memberi manfaat bagi masyarakat, menciptakan nilai ekonomi dan peluang usaha, serta memberikan nilai jangka panjang bagi Jakarta”, ungkap Pramono. Senada dengan yang diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono, mengungkapkan bahwa skema creative financing dapat membawa pembangunan wilayah dan kota lebih jauh ke depan. “Sebagai warga Jakarta kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus membangun infrastrukturnya,” ungkapnya. Selain itu Agus Harimurti Yudhoyono juga menambahkan akan membawa best practice di Jakarta kepada provinsi-provinsi lain di Indonesia.


Jakarta Asset Forum & Expo 2026 diisi oleh berbagai sesi, mulai dari Speech Remarks dari Yustinus Prastowo, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Executive Insight bersama Encep Sudarwan, Direktur Perumusan Kebijakan Kekayaan Negara, dan Shirley Santoso, President Director Kearney Indonesia. Agenda dilanjutkan dengan Speech Remarks bertajuk “Partnering with Jakarta: Experience and Investment Opportunities in Public Assets and Appreciation” yang disampaikan oleh Nico Barito, Duta Besar Negara Negara Seychelles.


Terdapat pula sesi Panel Discussion bertema “Market Outlook & Asset Optimization” dimoderatori oleh Desmona Chandra dengan menghadirkan Chaikal Nuryakin, Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia; Bramantya Harimurti, Kepala Divisi Konsultasi Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN); serta Milda Abidin, Senior Director Jones Lang LaSalle (JLL). Sesi ini diharapkan dapat memberi gambaran umum tren investasi terkini khususnya pada aset-aset milik negara.


JAFEX 2026 menghadirkan sejumlah Barang Milik Daerah (BMD) potensial yang dipromosikan melalui berbagai skema kerjasama. Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta mempromosikan 41 aset BMD dari 13 SKPD di Provinsi DKI Jakarta dengan proyeksi investasi kurang lebih Rp13,1 triliun. Di ruangan terpisah juga berlangsung kegiatan Project Presentation terhadap aset-aset utama yang dipromosikan oleh BPAD. Ketiga aset yang ditawarkan tersebut meliputi GOR Bulungan Utara yang mengusung tema Bulungan Sports Park, GOR & Waduk Sunter bertemakan Sunter Promenade, dan Eks-diklat BPSDM dengan tema Jakarta International Cultural Hub.


Rangkaian JAFEX 2026 kemudian ditutup oleh Sekretaris Badan Pengelolaan Aset Daerah, Didiek Budi Cahyadi. “Transformasi Jakarta sebagai Kota Global bukanlah proyek satu pihak, melainkan ini adalah suatu simfoni kerjasama antara Pemprov dengan kalangan dunia usaha, dan bersinergi bersama-sama membangun Kota Jakarta menuju Kota Global” ucap Didiek diakhir sambutan penutup JAFEX 2026.


Kembali ke halaman berita