Penataan Media Luar Ruang (Reklame dan Street Furniture) untuk Visual Kota yang Tertib dan Estetis




(JAMC) Dalam rangka mengadaptasi kebijakan pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Asset Management Centre (UP JAMC) menerapkan strategi creative financing untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Strategi ini diwujudkan melalui pengkajian Penataan Media Luar Ruang (Reklame dan Street Furniture) pada Koridor Jl. Pasar Senen, Jakarta Pusat hingga Jl. Matraman Raya, Jakarta Timur sebagai strategi pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Untuk menampung saran, informasi dan masukan dari berbagai stakeholder baik, BPAD melalui UP JAMC mengadakan Workshop Kajian Penataan Media Luar Ruang (Reklame dan Street Furniture) Koridor Jl Pasar Senen, Jakarta Pusat sampai dengan Jl. Matraman Raya Jakarta Timur pada Selasa, 21 Oktober 2025. Workshop ini melibatkan SKPD/UKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BUMD serta asosiasi dan pelaku industri media luar ruang di Indonesia. 


Laila Latifah selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha UP JAMC turut menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini. Menurutnya, workshop ini adalah salah satu upaya guna menemukan dan merumuskan potensi pendapatan baru sekaligus turut membentuk ruang kota Jakarta dari penyelenggaraan penataan reklame di DKI Jakarta. "Tujuan kami bukan hanya meningkatkan PAD semata, tetapi juga memastikan bahwa setiap kegiatan penyelenggaraan reklame tetap memperhitungkan dampak visual, estetika perkotaan, serta aspek lingkungan," jelas Laila.


Sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta asosiasi industri menjadi sangat vital di tengah kemajuan industri media luar ruang baik reklame maupun street furniture. Sinergi ini penting untuk memastikan bahwa seluruh upaya pengembangan dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) yang dilakukan oleh UP JAMC BPAD Provinsi DKI Jakarta ini merupakan langkah yang sesuai dengan tata kelola regulasi, kebutuhan industri dan visi strategis Jakarta. 


Fokus Penataan pada Koridor Ekonomi Kunci


Penataan media luar ruang ini secara spesifik menargetkan Koridor Jalan Pasar Senen hingga Jalan Matraman Raya, yang dianggap memiliki potensi komersial tinggi. Basauli Umar Lubis selaku Tenaga Ahli Penyusunan Kajian, menjelaskan pentingnya koridor ini dari sudut pandang ekonomi dan mobilitas. Ia menambahkan bahwa koridor ini memiliki karakteristik unik sebagai area lintasan sekaligus merupakan tempat tujuan utama bagi komuter, pekerja, maupun pelajar. "Koridor Jalan Pasar Senen – Jalan Matraman Raya ini sangat strategis, (karena) menghubungkan dua simpul ekonomi utama, yaitu Pasar Senen dengan Jatinegara," ujar Basauli.


Oleh karena itu, rencana titik dan bentuk reklame yang akan dikaji difokuskan pada lokasi yang menjangkau audiens secara maksimal, meliputi Jalur pedestrian, Median jalan dan fasilitas street furniture (perabot jalan), Struktur vertikal kota, seperti tiang LRT, tiang flyover, dan dinding underpass serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Target utama audiens yang diincar oleh penempatan reklame ini adalah pejalan kaki (pedestrian) dan para pengguna kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di sepanjang koridor tersebut.


Penataan media luar ruang di Koridor Jl Letjen S Parman s/d Mall Season City, Jakarta Barat ini ditekankan oleh Imelda Madjid selaku Plt. Sekretaris Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu langkah creative financing dan inovasi strategis yang diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merespons dinamika perekonomian dan kondisi fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini. Ia juga menekankan bahwa optimalisasi aset melalui kajian inovatif ini memiliki peran fundamental yang berkontribusi penting bagi pembangunan Kota Jakarta sebagai Kota Global yang modern, tertib, dan berkelanjutan. "Masukan dan informasi dari peserta undangan menjadi penting dan berharga guna meningkatkan kualitas pengelolaan BMD pada khususnya dan pada akhirnya turut meningkatkan kualitas kota Jakarta sebagai Kota Global," ujar Imelda Madjid. 

 


Kembali ke halaman berita