(JAMC) Badan Pengelolaan Aset Daerah menerima kunjungan audiensi dari salah satu perusahaan manajemen properti Jepang yaitu Mitsubishi Jisho Property Management Co., Ltd. Kegiatan ini dilakukan di Ruang Rapat I BPAD Lantai 4, Jalan Abdul Muis Nomor 66, Kel. Petojo Selatan, Kec. Gambir, Jakarta Pusat. Dihadiri oleh Didiek Budi Cahyadi selaku Sekretaris Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta, Kiyoshi Maruoka selaku General Manager Mitsubishi Jisho Property Management (MJPM) Co., Ltd., perwakilan Urban Renaissance Agency, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bidang Pembinaan dan Sengketa Aset BPAD DKI Jakarta, dan Perwakilan UP Jakarta Asset Management Centre BPAD DKI Jakarta, Kamis (6/11).
Kegiatan ini bertujuan berbagi pengalaman dan diskusi mengenai pengelolaan aset di Jakarta dan penjajakan potensi kerja sama. Kiyoshi menjelaskan bahwa MJPM merupakan salah satu konsultan management building terbesar di Jepang yang mengelola bangunan vertikal yang ada di Asia Tenggara seperti Thailand, Hongkong, China, Vietnam, dan Indonesia. Saat ini, Jakarta menjadi salah satu tujuan MJPM untuk memperlebar sayap bisnisnya. Melalui langkah ini, MJPM ingin berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengoptimalkan aset-aset bangunan di Jakarta.
Unit Pengelola Jakarta Asset Management Centre (UP JAMC) BPAD memaparkan layanan pengelolaan aset yang ada di Pemprov DKI Jakarta memiliki beberapa skema. “Jumlah aset DKI Jakarta yang ada saat ini ada lebih dari 13 juta jenis aset DKI Jakarta yang terdiri dari tanah, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan, peralatan dan mesin, aset tetap lainnya, dan konstruksi dalam pengerjaan,” jelas Imelda selaku Koordinator Tim Inisiatif. “Dengan Jumlah aset sebanyak itu, Jakarta memiliki potensi besar untuk para investor dapat berinvestasi di Jakarta dan berkontribusi dalam pembangunan kota Jakarta,” ucap Masashi Tsuchiya selaku Deputy General Manager MJPM.
“BPAD melalui UP JAMC berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD),” ujar Didiek. Kunjungan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah DKI jakarta dengan para investor, baik lokal maupun internasional. Semoga langkah ini menjadi awal sinergi baru untuk menghadirkan pengelolaan aset Jakarta yang semakin modern, adaptif, dan berdaya saing internasional.