40 Finalis Paparkan Gagasan Desain Reklame Gerbang Masuk/Keluar DKI Jakarta 2025




Jakarta, 7-8 Agustus 2025 - Unit Pengelola Jakarta Asset Management (UP JAMC) BPAD Provinsi DKI Jakarta mengadakan Pemaparan Hasil Karya Finalis Sayembara Desain Reklame Gerbang Masuk/Keluar Wilayah DKI Jakarta Tahun 2025. Acara ini dihadiri oleh Kepala BPAD Provinsi DKI Jakarta Faisal Syafruddin, Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI Jakarta Iwan Kurniawan, Kepala UP JAMC BPAD Provinsi DKI Jakarta Ifan Mohamad Firmansyah, serta Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Ar. Teguh Aryanto. 




Sayembara ini bertujuan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam desain gerbang masuk/keluar wilayah DKI Jakarta, menjadikannya lebih menarik dan berpotensi sebagai ikon kota. Selain itu, sayembara ini juga dimaksudkan untuk membangun ruang kolaborasi antar berbagai sektor guna mendorong penataan kota yang lebih modern dan responsif. 


"Pelaksanaan sayembara ini dibuka sejak 11-24 Juli 2025, dengan 117 pendaftar dari delapan titik lokasi," ujar Ifan dalam laporan kegiatannya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 peserta menyampaikan karya desain mereka. Berdasarkan hasil penjurian tahap pertama, terpilih lima finalis dari masing-masing lokasi yang kemudian memaparkan karyanya dalam acara ini. 



Pemaparan hasil karya finalis dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama, pemaparan berfokus pada empat titik lokasi: 

  1. Jl. Ciputat Raya - Jakarta Selatan 

  2. Jl. Ciledug Raya - Jakarta Selatan 

  3. Jl. Lenteng Agung - Jakarta Selatan 

  4. Jl. Raya Dadap – Jakarta Utara 

Hari kedua, pemaparan dilanjutkan untuk empat titik lokasi lainnya: 

  1. Jl. Daan Mogot - Jakarta Barat 

  2. Jl. Raya Bekasi - Jakarta Timur 

  3. Jl. K.H. Noer Ali - Jakarta Timur 

  4. Jl. I Gusti Ngurah Rai - Jakarta Timur 

Setiap hari, acara dihadiri oleh 20 tim dari empat titik lokasi yang berbeda. 


Sayembara ini diikuti oleh para arsitek dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali. Ar. Teguh menyatakan, "Dengan dibukanya sayembara ini 

untuk tingkat nasional, menjadi bukti bahwa Jakarta terbuka bagi siapa saja untuk berpartisipasi dan berkolaborasi menjadikan Jakarta sebagai kota global." 




Kreativitas peserta terwujud dalam desain yang segar, modern, serta mengangkat kekayaan budaya. Pemaparan berlangsung dalam suasana yang hidup dan penuh semangat. Salah satu peserta sayembara, Dugi Maheswardhitra, mengungkapkan semangatnya dalam mengerjakan desain serta menambah ilmu tentang budaya Betawi. "Titik-titik yang disediakan panitia sangat menarik dan ikonik. Saya memilih titik Jl. Raya Dadap karena memiliki filosofi tinggi sebagai daerah pesisir dan maritim," ucap Dugi. 


Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang konstruktif dan membawa wajah baru bagi kota Jakarta di masa depan. "Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi besar pada pembanguanan DKI Jakarta sebagai kota global," harap Iwan.



Kembali ke halaman berita