JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Asset Management Centre Badan Pengelolaan Aset Daerah (UP JAMC BPAD), terus berinovasi dalam pengomtipalisasian aset. Inovasi ini diwujudkan melalui strategi "Creative Financing" dan optimalisasi aset daerah guna mendukung penciptaan "Creative Income" bagi daerah. Untuk mewujudkan hal tesebut UP JAMC menyelenggarakan forum kolaboratif antar-Perangkat Daerah dengan menyelenggarakan Jakarta Asset Motivation & Creation (JAMC) Tahun 2025.
Peluncuran Inisiatif: Jakarta Asset Motivation & Creation (JAMC) 2025
Rangkaian kegiatan JAMC Tahun 2025 diagendakan mulai dari pengarahan teknis pada tanggal 2 Desember 2025 hingga puncak acara yang akan berlangsung pada tanggal 22–23 Desember 2025.
Acara perdana pada 2 Desember 2025 ini bertujuan untuk mencapai penyamaan persepsi, orientasi awal, dan arahan teknis kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sebagai peserta.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membuka potensi dan nilai Barang Milik Daerah (BMD) yang tidak hanya menunjang tugas dan fungsi layanan publik, tapi juga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kawasan dan sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah,” ujar Muhammad Sofwan Syahputra, Kepala UP Jakarta Asset Management Centre, menegaskan visi utama inisiatif ini.
Acara pembukaan yang dihadiri oleh 131 perwakilan SKPD/UKPD ini dibuka secara resmi oleh Didiek Budi Cahyadi, Sekretaris Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta. Rangkaian acara perdana dibagi menjadi dua sesi utama: pemaparan materi mengenai Strategi dan Praktik Optimalisasi Barang Milik Daerah di DKI Jakarta, dilanjutkan dengan sosialisasi teknis terkait seluruh rangkaian acara JAMC 2025.
Masing-Masing SKPD diharapkan dapat berpartisipasi dengan mengirimkan rencana 3 lokasi BMD yang akan disaring menjadi 1 lokasi terbaik, dan dari seluruh peserta akan dipilih 5 BMD terbaik yang akan berkesempatan memaparkan pada puncak acara yang diadakan pada tanggal 22 - 23 Desember 2025.
Dampak Multi-Aspek Optimalisasi Aset
Imelda Astri Rosalin, Ahli Finansial dan Properti, menekankan bahwa pengembangan aset pemerintah tidak hanya memberikan keuntungan finansial yang dapat dicatat secara langsung dalam pendapatan daerah, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi dan sosial yang jauh lebih luas bagi masyarakat dan kawasan sekitarnya.
Optimalisasi aset daerah memberikan Dampak Ekonomi dan Sosial yang signifikan secara tidak langsung. Pemanfaatan aset yang lebih produktif akan mendorong pengembangan ekonomi lokal dan menjadi inkubator bagi usaha-usaha kreatif, yang pada gilirannya memicu penciptaan lapangan kerja baru. Lebih lanjut, proyek-proyek aset yang terkelola dengan baik berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan kota, serta memperkuat aspek keamanan, kenyamanan, dan inklusivitas publik. Secara strategis, optimalisasi ini turut meningkatkan citra kota dan daya tarik investasi dari pihak luar, didukung oleh perbaikan mobilitas dan aksesibilitas di sekitar kawasan yang dikembangkan.
Creative Financing: Solusi Tanpa Beban APBD
Konsep Creative Financing memegang peranan kunci dalam upaya optimalisasi aset ini. Skema pembiayaan inovatif ini dirancang untuk memungkinkan aset daerah berkembang dan menjadi produktif tanpa secara signifikan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Melalui skema ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap memegang status kepemilikan penuh atas aset, sementara aspek pendanaan, risiko, dan keahlian operasional dapat dialihkan kepada mitra yang lebih kompeten. Hal ini membuka peluang besar untuk meningkatkan produktivitas aset daerah secara masif, tanpa perlu membentuk badan usaha khusus atau membebani kas daerah. Strategi cerdas ini secara signifikan akan memperkuat posisi Jakarta dalam peringkat Kota Global (Global City Index) melalui pembangunan berkelanjutan dan manajemen aset yang cerdas.
Dalam arah kebijakan menuju kota global, Didiek Budi Cahyadi, selaku Sekretaris BPAD Provinsi DKI Jakarta, menegaskan pentingnya peran inovasi dalam pengelolaan aset daerah. “Sesuai visi Gubernur untuk menaikkan peringkat Jakarta Kota Global dari posisi 71 menjadi 50, saya berharap Jakarta Asset Motivation & Creation (JAMC) Tahun 2025 mampu melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif dari seluruh SKPD/UKPD. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan potensi BMD, tetapi juga mendukung peningkatan peringkat Kota Global,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi yang dihasilkan dari pemanfaatan aset tidak hanya dilihat dari sisi pendapatan fiskal semata, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memperkuat citra, daya saing, dan kualitas hidup kota di mata dunia.