Sharing Knowledge Soal Artificial Intelligence dan Perlindungan Data, UPT Pusdatin Aset Gelar Focus Group Discussion




(BPAD, Jakarta) BPAD DKI Jakarta melalui UPT Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Aset menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Artificial Intelligence (AI) dan Perlindungan Data dalam Transformasi Digital. Sharing Knowledge atau berbagi pengalaman akan Artificial Intelligence atau akrab disapa kecerdasan buatan dirasa penting sebagai sarana meningkatkan pemahaman sekaligus berbagi pengalaman maupun solusi atas kendala yang terjadi dilapangan, Kamis (25/9).


Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan yang semakin pesat, menuntut Instansi Pemerintahan untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi sehingga diharapkan dengan kecerdasan buatan dapat menjadi kunci utama dalam transformasi digital dalam mewujudkan tata kelola yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Selain itu transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuntut tersedianya sistem dan aplikasi yang aman, andal, cepat, serta kompatibel untuk mendukung pelayanan publik maupun tata kelola aset daerah.


Kepala Pusat Data dan Informasi Aset, Suripto dalam laporannya menyampaikan bahwa perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) belakangan ini menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. AI tidak lagi terbatas pada bidang penelitian atau industri teknologi, melainkan telah merambah berbagai sektor, termasuk pelayanan publik. “Tujuan dari diselenggarakannya Focus Group Discussion ini tidak lain untuk memperoleh pemahaman dasar dan penerapan AI pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta penguatan aspek keamanan,” Kata Suripto. Akan tetapi selain kemajuan AI yang semakin signifikan, tidak dapat dipungkiri bahwa resiko pun juga bisa saja terjadi, oleh karenanya perlindungan data, keamanan informasi, serta potensi penyalahgunaan teknologi seperti peretasan bisa datang kapan saja jika tidak dikelola secara tepat.




Sementara itu Plt. Sekretaris BPAD DKI Jakarta, Didiek Budi Cahyadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi serta dukungan akan kegiatan Focus Group Discussion yang berlangsung dan berharap dengan kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital khususnya dalam hal pengelolaan Barang Milik Daerah. “Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital yang aman dan andal, sekaligus memahami penerapan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat.


Lebih lanjut sebanyak sepuluh Unit Pelaksana Teknis Pusat Data dan Informasi pada berbagai Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diundang pada pelaksanaan FGD bertemakan “Penerapan Artificial Intelligence (AI) dan Perlindungan Data dalam Transformasi Digital”, dengan narasumber yakni sebagai berikut :


  • Bapak Dr. Ruddy J Suhatril, S.Kom., M.Sc., M.I.Kom., Dosen dan Head of Computing Center dari Universitas Gunadarma;
  • Bapak Erikman Pardamean, Technology Risk Partner dari RSM Indonesia; dan
  • Bapak Dena Sucinandika, Technology Risk Partner dari RSM Indonesia.

 

Turut hadir dalam FGD tersebut yakni Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Verry Adrian, Kepala Pusdatin Dinas Bina Marga, Wiwik Wahyuni, serta Budi Ismanto selaku Kepala Pusdatin Dinas PMPTSP DKI Jakarta.

 

(adt)


Kembali ke halaman berita